MI ONGKLOK DAN DATARAN DIENG

Sebenarnya ini perjalanan sudah lampau, sudah sejak tanggal 18 april 2014 yang kebetulan bertepatan dengan hari libur (wafatnya Isa Almasih) dan karena kemalasan saya, baru sempat upload berita sekarang. Ini baru kali pertama saya pergi tanpa planning sebelumnya, yups mi ongklok tujuannya,, sempat goggling dulu sebelum berangkat untuk nyari tempat jual mi ongklok ini. Dan ternyata mi ongklok ini banyak dijual di jalan menuju dataran tinggi dieng. Jam 09.00 tepat saya berangkat dari Kulon Progo tercinta, dengan harapan memakan semangkok mi ongklok dan sate sapi sayapun bergegas menuju Kota Wonosobo Asri. Karena saya hanya membonceng jadi saya bisa nyambi surfing mencari informasi di “mbah google” nyambi cari info tempat mi ongklok yang enak, dan menurut informasi dari mbah google, disekitar alun2 wonosobo juga ada mi yang jual mi ongklok..

Singkat kata singkat cerita, sudah sampai kota Wonosobo. Dari sini sudah bisa dilihat gunung2 berdiri disekeliling kita ( secara dari kulon progo hanya ada 2 gunung merapi dan merbabu) udaranya sudah mulai dingin coooy. Untung bawa jaket tebal tapi lupa bawa kaos tangan *hiks. Ini Jumat Coy, jadi kudu istirahat sholat jumat dulu. Sholat jumat sambil istirahat ngeluk boyok dulu, ciiiat pas wudhu adeem e reek brrr, serasa wudhu pake air es, Sensasi ruuuuar biasa. Setelah jumatan terus meluncur lagi untuk melanjutkan perjalanan. Dan tidak terasa sudah sampai alun2 wonosobo, ramai juga tapi mana mi ongklok nya???? Gak ada… haish, terpaksa deh muter2 lagi buat nyari mi ongklok. Ciiiiat akhirnya ketemu juga mi ongkloknya,, kali ini judulnya mi ongklok bu UMI (aduh lupa liat alamatnya),

Langsung masuk dan pesen, nunggu dan 10 menit kemuadian hadirlah mi ongklok didepan saya,, oooh ini yang disebut mi ongklok, kalo diliat secara kasat mata sangat amat menggoda, minya gak keliatan karena dibawah dan tertutup saus kacang. Setelah dicampur alias diaduk aduk, kelihatan minya, dan setelah di coba rasanya jeng jeng….. enak juga, kayak mi dikasih bumbu sate manis gurih, pedes jadi satu, sate sapinya juga joos, enyak, lumanyan ganjel perut coy. Setelah kenyang dengan mi ongklok dan sate sapi nya, akhirnya saya memutuskan untuk naik ke dieng, tanggung dong, sudah sampai ke wonosobo kok ga sampai ke dieng. Cuus pergi ke Dieng dengan harapan melihat kebun sayuran,, semakin naik semakin dingin.. brrrr.

Wah nek iki pengen nyanyi naik naik kepuncak gunung.. woooow pemandanganya itu looo. Bikin berhenti bernapas (lama2 mati donk saya) enggak ding Cuma takjub aja sama ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dinginnya sampai menusuk tulang , dan akhirnya nemu penjual bakso, seger enak pas dihidangkan di cuaca dingin seperti ini. 7 menit kemudian habis deh baksonya.. padahal tadi sudah makan mi ongklok dan sate sapi.

Lanjut perjalanan lagi, Wow jalan yang terjal tidak menghlangi niat kami soalnya terbayar dengan pemandangan disekeliling yang aduhai, ditambah lagi dengan udara sejuk seperti diruangan ber AC (sumpah AC ne Gedung Induk lantai 3 Parasamya ae kalah) sampai2 panasnya matahari gak mempan disini, padahal mataharinya masih terik bersinar, tapi masih kalah dengan dinginya udara.. Tidak terassa sama sekali ternyata sudah jam 4 sore, it’s time to go home coooy. Lumayan perjalanan yang mengesankan. Dari muter2 mencari mi ongklok, sampai jalan2 naik gunung yang dingin dengan pemandangan yang aduhai. Someday saya pengen balik lagi kesana, tapi nginep dan menikmati gold sunrisenya dieng. Amin.

Komentar