Suamiku, Terimakasih Telah Memilihku


Teruntuk Suamiku, 
Kusampaikan beribu terimakasihpun tak cukup. Terimakasih untuk memilihku sebagai pendamping hidupmu, terimakasih telah kau pilih aku untuk menyempurnakan agamamu. 
Suamiku, aku mencintai kesabaranmu, aku mencintai ketulusan hatimu, bahkan aku mencintai smua yang ada dalam dirimu. Ketika aku memantapkan untuk memilih dirimu, maka saat itu pula aku yakin bahwa tidak ada selain dirimu yang bisa menerimaku,  menerima segala kekurangan dan kelemahan yang ada pada diriku. 
Suamiku, aku memahami bahwa aku adalah sosok yang jauh dari kata sempurna, namun aku  aku akan berusaha untuk membuat hidupmu lebih indah dengan segenap cinta yang aku punya. Genggamlah erat selalu ikatan cinta kita, karna aku ingin selalu bahagia  menjadi bagian dari hidupmu. 
Suamiku, aku bahagia engkau telah memilihku dan aku sangat bahagia karna aku juga telah memilihmu.
Love you suamiku.
Istrimu.

Suamiku jangan ge er yo. Hehehe.
Lebai dikit tak apalah. Suamiku adalah sosok inspiratif untuk saya. Dia adalah seorang pembelajar yang baik. Dia seorang penyabar. Kita bertemu sejak tahun 2008 (saat itu kita masih unyu2 dan masih kurus2, kalo sekarang jangan tanya ya.) Saat itu kita dipertemukan dalam sebuah bangku ujian. Jadi gini ceritanya… Mantan teman dekat daya yang sekarang telah resmi menjadi bapak dari anak saya adalah kakak kelas saya sewaktu saya menempuh pendidikan di salah satu SMK di kota kecil sisi barat Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Saya harus berterimakasih kepada ibu saya yang telah mengarahkan saya untuk menempuh pendidikan sekolah tersebut karena disanalah saya menemukan  imam saya, hahahaha.
Aduh kenapa saya jadi senyum2 sendiri kalau mengenang masa laluku bersama suami. Hihihi
WhatsApp Image 2018-04-24 at 15.02.44 (1)
(itu, suami saya yang paling semangat, yang ngangkat dayungnya keatas)
Suami saya adalah seorang Ari Bowo,  Ari Bowo bukan Ari Wibowo yang ganteng itu lo ya! Soalnya sering banyak yang salah. Kalau dilihat dari tampang mungkin suamiku hanya mewakili 0,1% dari kegantengan yang dimiliki Ari Wibowo (hihihihi, maaf ya suamik) tapi gak maslah bagiku, ketampanan tidak menjadi hal yang begitu penting untukku. Suami saya adalah sosok yang pendiam dan pembelajar. Pendiam adalah salah satu hal yang tidak saya sukai dari suamik, kalau pembelajarnya saya sangat suka bahkan dia selalu menginspirasi saya dalam hal ini, semoga kelak sifat ini nurun di caca (my baby girl).Amin.
Kami melangsungkan janji suci (coba kalo artis udah jadi Janji Suci Ari dan Diah kayak Raffi n Gigi punya) 05 Maret 2015 saat itu usia saya masih 22 dan suamik baru 24. Iya kami memutuskan menikah muda, karna kami yakin dengan menikah muda maka lebih bahagia. Karena saya pernah baca bahwa Data American Community Survey pada 2008-2010 menunjukkan bahwa pria yang menikah di usia 20-an akan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan mereka yang menikah di usia 30 tahun keatas, Nah lo… yang masih muda dan merasa udah klik sama pasangannya ayok burun nikah.
Dulu pas waktu mau nikah banyak yang tanya “kok nikah muda?”, “gak mau nikmatin hasil kerja dulu po?”, “ kalo nikah muda nanti terkekang lo!!!!” dan banyak lagi. Tapi sekarang waktunya show them, kalau nikah muda itu menyenangkan, menikah muda itu membahagiakan. Gak ada yang namanya terkekang, terkekang gimana la wong kita malah bisa enjoy bersama2, hasil kerja kita nikmati berdua, mau jalan2 berdua kemanapun dimanapun juga oke2 aja. Gak perlu khawatir udah malam kok belum pulang mau nginep berdua aja oke. Tenang, udah halal coy….
WhatsApp Image 2018-04-24 at 15.02.44 (2)
(suami saya di acara kantornya, yang bulet  pake dasi kupu2)
Suami saya adalah seorang pekerja keras, saat ini dia bekerja di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di ranah distribusi peralatan medis. Semangat berkerja ya ya suamik, semoga lelahmu menjadi berkah dan ibadah untukmu. Amin. Suamiku adalah harta berharga dan asetku yang harus dijaga, dijaga kesehatannya, kebahagiaanya, dijaga semuanya,
Suamiku, sehat selalu ya….. Happines is growing old with you

Komentar